Semangat Para Pejuang PNS



Nggak dipungkiri sih, pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil atau PNS atau sekarang ASN (Aparatur Sipil Negara) masih jadi salah satu pekerjaan yang precious di masyarakat. Banyak orang tua yang bangganya setengah mampus ketika anaknya bisa jadi pegawai ASN. Selain gaji dan tunjangan pasti, jadi ASN juga punya masa tua yang pasti karena ada jaminan masa tuanya. Juga, seolah punya power tersendiri ketika seseorang bisa bekerja di pemerintahan. Gue dulu sempat kepikiran begitu, ASN itu keren karena bekerja untuk pemerintah yang punya power dan privilage khusus. 

Dulu waktu lagi ngerjain skripsi tentang pelayanan di Pemkot, gue sempat kepikiran keren juga ya kerja di pemerintahan. Sama persis dengan apa yang gue tulis di atas alasannya. Dan, sekarang entah keajaiban dari Tuhan itu nyata  adanya cuy, di sinilah gue sekarang bekerja sebagai pegawai di lingkungan Pemkot. Belum, belum jadi ASN, masih pegawai kontrak. 

Apakah sekeren itu jadi pegawai pemerintahan? tergantung dari sudut pandang mana jawabnya ya. Ini dari sudut pandang gue yang baru mengabdi hampir dua tahun ini. Pertama, cukup keren kalau dilihat dari luar. Apalagi kalau pas hari Senin pakai uniform coklat PNS itu. Dulu sempet bangga awal-awal pakai uniform itu, kesampean juga akhirnya. Haha
Tapi ternyata kebanggan itu cuman fatamorgana pemirsa. Nggak sekeren kelihatannya, apalagi yang makai cuman pegawai kontrak atau Non ASN kayak gue. Bangga yang nggak ada isinya. 

Bekerja di lingkup pemerintahan tanpa title ASN itu percuma. Sepinter apapun loe nggak akan ada jenjang karirnya dan mentok diposisi itu. Paling banter pindah bidang itupun nggak akan pengaruh dengan pendapatan. Semua disamakan!! Thats why, mereka Non ASN yang udah kerja di lingkup pemerintahan bakal ngejar title ASN untuk memperbaiki status kastanya. Itu menjadi salah satu yang nggak gue suka bekerja di sana. Perbedaan kasta antara ASN dan yang masih non ASN kentara banget.


Emang non ASN di pemerintahan kerjaanya ngapain Sul? 
tergantung posisinya sebagai apa. Pada intinya non ASN dipekerjakan untuk membantu pekerjaan ASN seperti misalnya membuat laporan kegiatan. Sebagian pekerjaan itu membosankan buat gue yang nggak terlalu suka pekerjaan monoton. Kunjungan ke lapangan, bikin laporan, bikin kegiatan lagi laporan lagi. Gue nggak bermaksud meremehkan jenis pekerjaan seperti itu, but thats not my style. 

Dari Humas Menjadi Asisten Kepala Dinas

Ini jadi karir pekerjaan yang paling berasa banget buat gue selama gue jadi pekerja. Gue bisa kerja di pemerintahan ya karena hobby awalnya. Hobby nulis dan ngeblog yang kemudian ditawari untuk gabung mengisi konten website dan sosial media. Menyenangkan karena masih dikoridor jenis pekerjaan yang gue suka sih, tapi tetep aja gue masih punya banyak hal yang bisa gue keluhkan untuk jadi alasan nggak tertarik untuk lanjut kontrak tahun kedua. 

Tapi, jadi berubah haluan ketika pertengahan jalan kemudian gue ditarik jadi asisten Kepal Dinas yang baru. Dipilih langsung sama Kepala Dinasnya! Entah pada saat itu emang nggak ada orang lagi, atau emang Bapak cocok dengan cara kerja gue atau emang gue yang pada saat itu lagi beruntung aja. Semoga pilihan yang kedua jawabannya. Jadi gue pernah diajak  Bapak roadshow sehari ke beberapa lokasi kunjungan kerjanya, setelah itu jadi diajak setiap hari dan dimintalah gue jadi asistennya alias pembantu alias ajudan alias dokumentator kegiatan pribadinya.

Masih menyenangkan Sul?
iya dan tidak jawabannya. Iya karena pekerjaan jadi nggak monoton, setiap hari berbeda acara beda yang kita siapkan, beda yang kita temui, beda yang kita hadapi. Kerja jadi kayak naik roller coaster, apalagi Bapak kerjanya minta serba cepat.  Banyak belajar dan pengalaman juga nambah kenalan dan jaringan. Cukup banyak privilage yang gue dapat as assitent Kepala Dinas jujur aja, beberapa ada yang bisa gue nikmati in good way tapi ya. 

Tidak menyenangknnya juga cukup banyak. Banyak tuntutan nggak tertulis yang harus gue kerjakan sebagai orang yang dipercaya pimpinan. Tuntutan soft skill yang harus diatas rata-rata pegawai sekasta gue, seperti misalnya pandai membawakan diri saat mendampingi Bapak dalam sebuah pertemuan dengan pejabat-pejabat besar. Ngladenin obrolan bapak tentang banyak isu yang sedang trend saat itu kala perjalanan di dalam mobil. Jadi teman ngobrol dan diskusi untuk Bapak. Dan paling berasa adalah Jam kerja dan Pressure yang berbeda dengan pegawai lainnya. Tapi gue nikmati prosesnya.

Pejuang PNS?

Dengan pekerjaan gue yang sekarang apakah gue tertarik untuk menaikan kasta menjadi ASN? Sepertinya belum. Menurut gue ASN ini jenis pekerjaan zona nyaman tapi nggak terlalu bikin kita berkembang. Si Libra yang suka berpetualang ini nggak terlalu rela jiwanya terkungkum dalam situasi birokrasi. 

Jadi gue memutuskan untuk nggak ikutan mendaftar CPNS Tahun 2019 lalu dan awal tahun ini. ASN bukan tujuan terbaik menurut gue, masih bisa melesat tinggi dengan mencoba peruntungan lainnya. Membuat sebuah usaha wedding service mungkin. haha

Temen-temen yang sedang berjuang tes CAD tahun ini, semangat. Nggak papa, Indonesia masih butuh milenial yang mau jadi pegawai ASN. Biar nggak  jadi pengusaha semua, nanti nggak ada yang bantu ngurus negara. Semua tergantung pilihan, gue nggak skeptis dengan profesi apapun. Semua punya kontribusi masing-masing.
Tinggalkan Komentar anda Tentang Berita ini