Tips Lancar Public Speaking dari Akademi Bicara


Salah satu ciri orang sukses adalah mereka yang tidak pernah puas dengan ilmu yang dimiliki dan akan terus mengembangkan kemampuan dirinya. Harus setuju ya dengan kalimat openingnya, karena kalau enggak tulisan ini nggak bisa dilanjutin. Haha maksa amat sik

Menurut gue, mereka yang sadar dengan konsep pengembangan diri inilah calon-calon orang yang banyak dicari di industri. Dan gue salah satu orang sadar dengan konsep itu-antara pamer dan sombong sih ini-, makannya gue memutuskan untuk keluar dari kantor yang dulu dan memilih jalan sekarang yang sebenernya emang belum terlalu terang. Tapi dalam pencarian titik terang itu gue terus berusaha mengembangkan apapun potensi yang gue punya bahkan yang nggak gue punya sama sekali. Semua bisa dipelajarin kan? Jadi apa yang perlu ditakutkan.

Bentuk pengembangan diri gue beberapa bulan terakhir ini adalah belajar MC. Beberapa teman yang sudah mengenal gue pasti tahu seberapa bacotnya gue dan serame apa suasana kalo gue udah mulai bersuara. Karena suka ngomong dan terlampau over percaya diri itu, beberapa kali dimintain tolong temen untuk ngisi acara yang butuh MC amatiran. 

Sekali, dua kali sampai beberapa kali akhir-akhir ini bacot gue mulai menghasilkan. Alhamdulilah hasilnya udah bisa buat beli cilok dan batagor kesukaan. Karena udah mulai datang tawaran-tawaran untuk ngemci ke acara-acara lain yang lebih besar skalanya itu gue mulai kepikiran buat belajar lebih dalam lagi tentang gimana bikin opening dan closing acara yang baik juga bagus. Gue pikir yang terpenting dari MC adalah bagaimana kita membuka acara dan mengakhirinya, karena itu gue seringkali terbebani di dua part itu.

Alhamdulilah sekali lagi karena gayung bersambut, keinginan gue untuk belajar public speaking itu langsung diaminkan Tuhan melalui ajakan untuk ikut acara Guyub Blogger Semarang dari Akademi Bicara. Akademi Bicara ini sebuah kelas belajar untuk Public Speaking dari Mba Nessa Ghozal dan Mas Adi Siswowidjono. Dua MC kondang yang udah berpengalaman dibidangnya selama belasan tahun. Mereka berdua yang mendirikan Akademi Bicara untuk sharing pengalaman di dunia Public Speaking.

Dalam acara Guyub Blogger Semarang itu, kita belajar bagaimana menjadi speaker yang baik dalam suatu forum. Sebenarnya ilmu Public Speaking ini tidak hanya dibutuhkan dalam forum saja, kita ngobrol dengan client juga ada ilmunya bagaimana kita bisa menampilkan kesan yang baik saat berbicara. Nah hasil dari belajar Public Speaking kemaren, gue rangkum di bawah ini ya.


Materi pertama datang dari Mas Adi, yang mengajarkan tentang bagaimana Body Languange kita yang baik saat bicara di depan Public.
  1.  Jangan Menyilangkan tangan dan kaki ketika berbicara. Ini enggak banget ya, Kesannya songong. Gue juga nggak suka ngomong sama orang yang pasang badan dengan tangan dan kaki yang disilang.  
  2. Jangan Membelakangi Audience. Ini juga jangan dilakukan, jangan sering atau terlalu lama menampakan punggung kita ke Audience untuk melihat mungkin materi di slide atau di banner. Untuk mengantisipasi ini makannya usahakan selalu bawa cue card.
  3. Menghindari tatapan mata Buat gue pribadi, ini sebenernya sering bikin dilema untuk orang yang sedang berbicara di depan. Tatapan mata audience ini bisa jadi menambah kekuatan percaya diri kita tapi juga kadang bikin ancur kita. Menambah kekuatan percaya diri ketika mata-mata yang kita tatap berusaha menunjukan bahwa dia setuju dengan apa yang kita bicarakan dan dia menyukai kita. Ini bagus, fokuskan saja perhatian kita pada tatapan-tatapan seperti itu untuk menaikan PD kita ketika bicara. Nah untuk tatapan lainya yang bernada sinis dan nyinyir gitu, tatap sekali kemudian abaikan. Kadang yang kayak gitu bikin mental kita langsung jatoh. 
  4. Posisikan badan secara relax, jangan terlalu kaku biar terkesan santai dan terlihat percaya diri. 
  5. Jangan melakukan gerakan yang tidak perlu secara berulang, kayak misalnya garuk-garuk hidung atau garuk-garuk bagian tubuh lainnya. Ini terkesan kalo kita lagi gelisah, nggak tenang dan nggak nyaman. Audience juga terganggu kali kalo kita terlalu sering banyak gerakan nggak penting. 
  6. Terakhir adalah perbanyak senyum ketika kita berbicara. Ya kita juga bakal senengkan kalau kita bicara sama orang yang banyak senyum karena terkesan ramah dan menyenangkan. 

Materi ke dua disampaikan oleh mba Nessa tentang Olah Vokal. Jadi bersuara juga nggak asal nyeplos dengan suara seadanya, ada pengaturannya antara terus dan jeda.
  1.  Pengucapan harus jelas. Ini ya wajib sih, nggak mungkin kita bicara di depan umum dengan cara mendengung. kasihan yang dengerin ya, bingung.
  2.  Speed jangan terlalu cepat jangan terlalu lambat juga. Kecepeten bikin orang nggak mudeng, kelambatan bikin orang bosen. Dikira-kira aja speed yang enak didengerin seberapa.
  3. Derap atau beat dalam bicara. Ini kayak semacam mengatur tempo bicara gitu sih, jadi ngomongnya mengalun naik turun tapi pas tahu kapan hartus naik  kapan harus turun.
  4. Intonasi harus jelas. Intonasi itu nada bersuara kita yang memberikan tekanan-tekanan tertentu pada kalimat yang ingin disampaikan. Jadi ketika mau ngucapin kata yang mau diperjelas disitu berikan penekanan dengan memperlambat speed ngomong kita tapi denganm nada tegas. Intonasi ini jadi perlu karena intonasi memberikan nyawa pada kalimat yang akan kita sampaikan.
  5. Jeda. Nerocos aja dari awal sampai akhir selain bikin kita capek juga bikin orang yang dengerin kehilangan perhatian sama kita. malesin, ini orang ngomongnya kayak kereta panjang bener nggak ada jeda. Kan sayang kita udah ngomong tapi nggak sampai pesannya ya, jadi kita juga butuh jeda. Dan kadang jeda itu juga memberikan penekanan pada kalimat tertentu, jeda disini ngasih waktu buat audience buat menyerap apa yang barusan kita sampaikan.
Selain tips mengenai Body Languange dan Olah Vocal tadi, ada beberapa tips tambahan lagi yang gue catat dari hasil pertanyaan teman-teman. Kebanyakan dari mereka selalu beralasan nggak percaya diri saat tampil di depan umum karena nerveus. Nah, dibalikin lagi tuh nerveusnya karena apa harus tahu dulu. Kalau udah tahu, baru ketemu solusinya. Kebanyakan yang sering terjadi adalah karena materi yang kurang, itu kenapa sebaiknya sebelum kita bicara wajib banget menyiapkan materi.

Selain nerveus juga merasa gerogi karena audience yang dihadapi jauh lebih tinggi posisi dan pangkatnya atau karena hal-hal lainnya. Nah soal audience ini emang sedikit rumit sih karena audience ini netizen dan netizen itu nggak pernah salah. Tapi walaupun begitu ya kita harus hargai audience kita, caranya selami dulu siapa audience kita. Cari tahu topik yang sedang hangat dikalangan audience kita untuk bahan biar bisa menarik perhatian mereka diawal. Harusnya kalau diawal udah oke, selanjutnya kita lebih mudah menerukan pembicaraan kita.

Jadi begitu kira-kira sharing ilmu yang gue dapat dari acara Guyub Bareng Blogger Semarang bareng Akademi Bicara kemaren. Sangaaatttt bermanfaat terutama buat gue yang lagi menyelami dunia MC dan public spekaing. Buat loe yang butuh ilmu tambahan dan masih merasa bingung dengan apa yang gue sampaikan ditulisan ini, boleh langsung tanya dan mention akun IG Akademi Bicara, klik di sini

Tinggalkan Komentar anda Tentang Berita ini