Menghadapi Dunia Kerja Sekarang Harus Bagaimana


Dunia kerja emang beda dengan dunia kuliah apalagi jaman sekolah. Saran kepada adek-adek yang masih kuliah ataupun sekolah nih, jangan cepet-cepet lulus terus pengen kerja. Kalau bisa dilama-lamain kuliah sampai bener-bener nggak ada apa-apa lagi di kampus yang bisa dipelajari lagi.

Lama-lama kuliahnya bukan lama unfaedah yang cuman datang ke kampus buat nyari makan siang di kantin juga. Lama yang gue maksud lebih kepada lama nyari pengalaman di kampus. Pengalaman berorganisasi, pengalaman bikin-bikin event, bikin project baru, bikin movement, bikin kegiatan bermanfaat yang bisa bikin loe jadi orang yang setengah matang dan kaya pengalaman sebelum masuk dunia kerja. 

Dunia kerja sekarang berat cuy. loe harus siap mental banget jadi pribadi yang mandiri, solutif, inisiatif, produktif dan inovatif. Mandiri karena setelah loe masuk dunia kerja loe nggak bisa lagi ngandelin temen loe buat nyelesein tugas loe. Solutif karena ketika loe menemukan kendala dalam kerjaan loe, nggak bisa asal nanya dan minta bantuan kalau nggak mau dicap nggak bisa kerja. At least loe harus berusaha dulu, kalau sudah berusaha dan emang nggak terurai masalahnya baru loe sharing kesulitan dengan temen semeja atau dengan senior yang ada.

Berusaha mencari jalan keluar sendiri dari permasalahan yang loe hadapi juga bagian dari inisiatif di dunia kerja. Point terakhirnya, inovatif ini udah jadi tuntutan paling utama di era yang serba cepat berubah ini. Tidak hanya di bidang kreatif, inovatif ini penting banget untuk semua bidang kerja yang ada saat ini. Perkembangan era sekarang yang serba cepat, kalau kita gitu-gitu aja nggak ada inovasi ya siap-siap aja nunggu waktu buat tamat.


Saat ini gue bekerja di bidang kesehatan walaupun nggak ada background kesehatan. Pertama gabung dengan kantor yang sekarang, gue ditugaskan untuk handling Sosmed dan konten website. Iya emang nggak langsung bersentuhan dengan pelayanan kesehatannya which is gue harus tahu tentang dunia kesehatan. Tapi untuk bikin konten kesehatan itu gue strugling banget belajar banyak hal tentang penyakit dan program apa saja yang sudah ada.

Di tempat gue kerja ada empat bidang yang masing-masing memiliki tiga seksi lagi untuk handle masing-masing permasalahan kesehatan  yang ada. Masing-masing seksi itu juga punya program masing-masing, jadi harus paham at least cuman nama programnya.  Bikin konten kan nggak semudah yang cuman nulis dan bikin desain aja yekan, dan loe dituntut untuk harus punya inovasi di bidang yang loe sendiri belum pahami.

Perjuangan tentang konten dan jobdesk sendiri belum seberapa jika dibanding dengan perjuangan biar bisa diterima di lingkungan mereka yang tadinya nggak tahu banget fungsi sosmed dan website kantor ini. Masih dipandang sebelah mata banget dulu kalau nanya-nanya program untuk bahan. Ya nggak semua sinis tanggapannya, tapi mostly begitu. Untuk kasus ini, kalau loe nggak punya komunikasi dan adaptasi yang baik, loe bisa stress.

Jadi, nak baru yang masuk dunia kerja harus Mandiri, Solutif, Inisiatif, Inovatif, Komunikatif dan Adaptasi. 

Soal komunikasi ini menjadi sangat penting di manapun nggak cuman di dunia kerja. Khusus di dunai kerja sendiri praktek komunkasi ini harus loe terapin sebaik mungkin. Misalnya, loe harus banget nyapa siapa saja yang loe temui di tempat kerja. Minimal banget loe senyum setiap ketemu siapa saja yang ada di kantor.

Harus gitu banget? ya gimna, jadi orang baru emang mau nggak mau jaim dulu kan. Semales dan secapek apapun loe saat itu, harus tetep senyum salam sapa dengan orang di kantor. Karena jadi anak bari di tempat baru emang harus punya inisiatif nyapa dulu biar nggak dimushin temen-temen sekitar. Ini gue nggak tahu apakah budaya ini berlaku di kantor-kantor lain, cuman di tempat gue ada yang sampai didiemin gara-gara anak baru nggak nyapa-nyapa.

Sebelum lulus kuliah kan ada magang dulu tuh, nah itu waktu yang paling tepat untuk belajar menganalisa situasi dan kondisi dunia kerja. Manfaatkan sebaik mungkin, kalau perlu pamer dan tunjukin kemampuan yang loe punya biar bisa menarik perhatian mentor loe di tempat magang. Kan bukan nggak mungkin, setelah loe selesai kuliah malah ditawarin kerja di tempat loe magang dan nggak perlu lagi eksta adaptasi dengan lingkungan kerja yang baru.

Tinggalkan Komentar anda Tentang Berita ini